Senin, 06 Februari 2012

* Berguru kepada ALLAH *

Kalimat “berguru kepada Allah” terasa asing ditelinga kebanyakan orang. Namun saya terdorong untuk menggunakannya sebagai topik bahasan yang ingin saya paparkan. Saya melihat dari sisi yang lain dari setiap pengajaran suatu ilmu yang disampaikan oleh para guru maupun para pakar. Mereka adalah orang-orang yang mendapatkan ilmu dari membaca buku yang tersusun dari huruf-huruf maupun membaca dari setiap kejadian-kejadian unik dari fenomena alam semesta ini. Apabila kita perhatikan surat Al Alaq ayat 1-5, Allah menjelaskan apa yang dimaksud dengan kata “membaca”
“Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah , Bacalah, dan Tuhanmu Yang Maha Pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam, Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya”.
Ayat diatas jelas sekali bagaimana Allah mengajarkan membaca dengan melihat suatu kejadian penciptaan “manusia” mulai dari bentuk mudhgah (segumpal darah) hingga menjadi bentuk manusia yang sempurna. Kalau kita runtun serangkaian kejadian tersebut dengan teliti dan kita bisa ceritakan kembali kepada orang lain maka secara tidak sadar kita telah mengajarkan sebuah “ilmu”. Dan kalau kita khususkan lebih dalam penelitian kita atas peristiwa kelahiran manusia mungkin kita akan lebih banyak mengetahui seperti halnya kejadian yang akan kita perhatikan. Ovum atau sel reproduksi wanita yang telah dewasa itu ditempatkan dalam jaringan yang berbentuk bisul dipermukaan indung telur. Pada saatnya yang tepat ,terbukalah pintu, dan ovum itu bergerak maju kebagian ruang peranakan. Sangat mengherankan, sel tersebut tidak musnah disini, tetapi diarahkan keujung saluran indung telur, yaitu satu pipa saluran menuju kandungan.
Ovum atau sel reproduksi wanita didorong kedalam kandungan melalui saluran indung telur dengan sejumlah besar jari-jari halus yang menyapu sel itu dan menggerakkannya. Sementara sel tersebut melewati saluran indung telur, maka sekarang ia dapat bertemu dengan sperma apabila hubungan kelamin diadakan pada saat itu. Apabila tidak ada sperma laki-laki yang menyerang, ovum itu kemudian bergerak dedalam kandungan, pada akhirnya musnah disana. Namun jikalau kedua sel itu bersatu, maka “hidup baru pun mulailah”, sel baru ini akan bergerak secara perlahan untuk meneruskan perjalanannya dalam saluran indung telur, hingga sampai dikandungan. Disanalah ia bermukim selama sembilan bulan. Kemudian sel itu berkembang menjadi bayi yang sempurna. Subhanallah .. ternyata kita bukan apa-apa, dan kita hanya menyaksikan sebuah peristiwa berlangsung. Kita hanya sebagai saksi atas ‘pekerjaan’ Allah yang logis dan mudah dicerna oleh siapa saja yang mau berpikir. Dengan cara demikian Allah berkomunikasi memberikan ajarannya melalui perantara “kalam” sehingga manusia menjadi tahu dan berilmu. Dari setiap system yang berlaku dalam penciptaan tersebut Allah sekaligus mengilhamkan sebuah “pengertian ” atau kefahaman bagi si pembaca.
Mari kita pertegas lagi dengan surat al Mu’minun ayat 12-14:
“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah, kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim) Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah ,lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging . dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang- belulang. Lalu tulang-belulang itu Kami bugkus dengan daging.Kemudian kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha suci Allah, Pencipta yang paling baik”.
Banyak orang mengajarkan ilmu kepada muridnya namun ia tidak mampu memberikan kefahaman, … banyak guru mengajarkan ilmu agama namun ia tidak bisa memberikan secuil iman, dan banyak guru mengajarkan shalat dan rukunnya namun ia tidak bisa memberikan kekhusyu’an. Dan banyak majelis pembersihan jiwa namun ia tidak bisa membersihkan jiwanya (An Nur 21)
Ada peristiwa menarik yang perlu kita simak dari sekitar lingkungan kita sehari-sehari … Saya mengajak pembaca untuk memperhatikan perilaku binatang dan tumbuh-tumbuhan yang terkadang terlupakan bagi kita untuk mengambil pelajaran.
Ada yang ingin saya ungkapkan sebuah rahasia Allah, saat kita bertutur mengenai perilaku binatang dan tumbuh-tumbuhan, bagaimana lebah menciptakan sarangnya dengan arsitektur yang indah, para semut yang bekerja dengan tekun dan kompak serta mengelompokkan dalam pekerjaan dengan menajemen yang sangat rapih. Dan kita perhatikan seperti apakah sarang semut itu? Mereka membuat sarang terdiri dari ruangan-ruangan yang berfungsi sebagai gudang tempat menyimpan makanan, ruang untuk menyimpan larva, ruang makan ratu semut yang dilayani semut pekerja dan tempat bertelur, kemudian telur semut tersebut dibawa oleh pekerja ke ruangan khusus penyimpanan telur. Ruang semut jantan dan ruang semut betina terpisah. kepompong yang sudah menjadi semut sempurna diletakkan pada ruangan tersendiri dan para semut ada yang bertugas merobek kepompong untuk mengeluarkan semut-semut yang masih bayi. Kita lihat diruangan yang lain, semut- semut ini memelihara kepompong kupu-kupu hairstreak. Mereka merawatnya dan memberinya makanan layaknya bayinya sendiri. Mereka mengharapkan kelak anak angkatnya ini mampu membalas jasa baiknya dengan memberi madu yang manis.
Mari kita tinggalkan rumah semut yang damai dan sejahtera, menuju istana rayap yang penuh keajaiban. Sebuah gundukan tanah sarang rayap, yang kelihatannya sepele ternyata ada sebuah kecerdasan yang mengalir pada diri para penghuninya … bagaimana tidak, saat suhu udara diluar bergerak antara 35 derajad (pada malam hari) hingga 104 derajad fahrenheit (pada siang hari), suhu didalam sarang tetap stabil. Kira-kira hanya 87 derajad fahrenheit, kehebatan ini yang membuat arsitek di Zimbabwe berguru pada rayap. Mereka ingin membuat rumah yang dingin seperti rumah rayap. Ternyata ada sebuah lobang angin dibawah gundukan … udara yang hangat disiang hari mengalir keseluruh ruang. Sementara ruang-ruang itu telah basah oleh lumpur yang dibawa rayap dari genangan di bawah tanah, makanya, didalam sarang udara tetap lembab. Jadi tak heran jika jamur yang dibutuhkan rayap sebagai makanan tumbuh subur disini.
Belajar dari melihat dan memperhatikan apa yang dilakukan rayap, para arsitek pearce partnership di Harare, Zimbabwe, menerapkan ide yang sama untuk mebangun sebuah komplek perkantoran dan real estate. Maka berdirilah bangunan Eastgate. Banguan tersebut sebenarnya terdiri dari dua bangunan. Dibagian atapnya dihubungkan oleh semacam jembatan miring berbahan kaca, sehingga angin menjadi bebas masuk pada malam hari. Kipas-kipas yang dipasang disetiap ruangan mengalirkan udara dingin dari luar atrium. Udara masuk rongga dilantai dasar. Persis seperti lubang rayap, dibagian dasar ini, udara segar mengalir kesetiap ruang perkantoran melalui ventilasi lantai. Udara panas disiang hari akan keluar gedung melalui cerobong diatas atap.
Kita perhatikan makhluk yang tidak memliki akal dan tiada mampu berfikir, makhluk yang tiada daya namun siapa yang membekali ia kemampuan bersiasat, berpengertian? Memiliki tingkat kecerdasan yang luar biasa. Bagaimana mereka mendapatkan kecerdasan dan berpengertian tersebut. Apakah mereka bisa dengan sendirinya.
Allah lah yang bertutur kata kepada semua makhluknya. Allah yang memberikan wahyu kepada para Nabi, kepada ibu Musa, kepada lebah, kepada semut, kepada langit dan bumi, kepada manusia, kepada pencuri sekalipun !
Semua makhluk telah mengikuti kehendak Ilahi dan perintah Ilahi dengan terpaksa ataupun suka cita. Allah membuat hukum yang harus diikuti semua makhluk, hal ini bisa kita rasakan dalam renungan yang hening … kita perhatikan keluar masuknya nafas … kedipan mata dan degup jantung yang bergerak mengalirkan darah sambil mengirimkan nutrisi menggantikan sel-sel yang hilang … indahnya penglihatan memandang alam … suara debur ombak menggema menembus telinga ….dan lidah merasakan lezatnya buah-buahan dan biji-bijian. Oh .. alangkah indahnya semuanya ini, manusia hanya bisa merasakan dan menyaksikan. Tidak sedikitpun kita ikut andil dalam membuat rasa semua ini !!!!
Rasakan dengan penuh hikmah bahwa kita sebenarnya hanya diam terpaku dalam kesibukan Allah (Af’alullah), Allah yang menggerakkan bumi dan bintang-bintang … Allah yang mengatur senyawa-senyawa bereaksi ….dan butiran-butiran atom bergerak pada porosnya.
“dan Allah telah mengeluarkan kamu dari perut ibumu tidak mengetahui apa-apa, kemudian Allah memberi kepada kamu pendengaran dan penglihatan serta pikiran (perasaan), supaya kamu bersyukur (An Nahl : 78)
Firman Allah:
“Kemudian Dia mengarah kepada langit yang masih berupa kabut lalu Dia berkata kepadanya dan pada bumi; silahkan kalian mengikuti perintah- Ku dengan suka hati atau terpaksa .jawab mereka: kami mengikuti dengan suka hati ” (Fushilat ayat 11)
Mari kita perhatikan alquran dalam surat Fushilat ayat 12
“Maka Allah menjadikannya tujuh langit dalam dua hari dan “mewahyukan” perintah-Nya pada tiap-tiap langit itu, dan Kami hiasi langit dunia dan pelita-pelita dan Kami memeliharanya, Demikianlah ketentuan yang Maha Perkasa lagi Maha mengetahui”
Allah mengajarkan manusia apa-apa yang belum diketahuinya. Allah lah yang menuntun manusia, memberikan inspirasi, ilham dan wahyu. Tubuhnya patuh mengikuti perintah Tuhannya tidak terkecuali orang kafir. Sunnah-sunnah Allah berlaku kepada alam semesata baik yang mikro maupun yang makro.
Syaikh imam An Nafiri berkata ” Tuhanku bertutur kata kepadaku”… Demi keimanan bahwa sumber segala hakikat dan sumber segala pengilhaman ialah Allah Swt semata …
Baiklah kita nukilkan apa yang tertera dalam kitab suci Alquran setiap yang disebut wahyu itu adalah wahyu tasyri’ atau wahyu syariat, tetapi ada wahyu ilham. dimana Allah memberikan perintah- perintah atau instruksi-instruksi kepada makhluknya, Firman Allah Swt:
Dan Tuhanmu “mewahyukan” kepada lebah (An nahl 16:18)
Dan kami “wahyukan ” kepada ibu Musa (Al Qashas 28:7)
Dan Ia “mewahyukan” kepada tiap-tiap langit itu urusan masing-masing (Fushilat 41:12)
Kata “wahyu” yang tertera dalam ayat-ayat diatas , secara tegas bahwa Allah tidak menutup-nutupi kepada pembaca, bukan siapa-siapa yang membisikkan dan menggerakkan tubuh manusia yang oleh pakar biasa disebut alam kecil atau gambaran mini tentang alam semesta. Dialah Allah yang bersembunyi dibalik kasat mata manusia yang buta hatinya. Ia yang menggerakkan bumi , langit , bintang-bintang, matahari … dan mengajarkan lebah berdemokrasi dalam memilih pimpinan dan perundang-undangan pemilihan. Ia menuntun lebah-lebah ini untuk membuat konstruksi bangunan rumahnya yang indah. Masing-masing dibekali wahyu dari tuhan-Nya untuk melaksankan tugasnya dengan sempurna. Mereka seperti rasul-rasul sang utusan, mereka begitu mematuhi perintah-Nya tanpa membantah, sehingga jalan mereka tidak berbenturan dengan fitrah Allah Yang Maha Suci.
Berpegang pada hasil kontemplasi pada alam semesta yang berada di sekeliling kita, baik yang jauh seperti galaksi atau bimasakti, bintang, matahari, bulan, maupun yang dekat seperti bumi, gunung, lautan, angin, hujan dan sungai, semua makhluk yang dikatakan tak bernyawa, dan makhluk&endash;makhluk hidup seperti tumbuh-tumbuhan, binatang, dan manusia, kita telah berhasil memberikan penafsiran dan pengertian yang menunjukkan adanya kecocokan antara ayat-ayat Allah didalam kitab suci Al Quran dengan ayat-ayat Allah di alam semesta. Dengan perkembangannya dan sempurnanya sains kita akan mempunyai informasi yang lebih banyak ayat-ayat Al Quran, yang sekarang belum kita fahami, dan lebih mendalam lagi ayat-ayat Al Quran yang kini telah dapat kita fahami sedalam apa yang dapat disajikan sains pada saat ini.
Keadaan ini dapat kita capai karena kita mengikuti perintah Allah untuk berintizhar pada alam semesta itu agar kita dapat melihat ayat- ayat Allah ,tanda kebesaran Allah, tanda-tanda kekuasaan-Nya serta wahyu-Nya. Ayat-ayat Allah ini boleh dibaca oleh siapa saja dan mereka akan medapatkan hikmahnya dan manfaat dari hasil membaca ayat- ayat tersebut. Maka jangan salahkan orang kafir kalau mereka bersungguh-sungguh meneliti dan mendata apa yang mereka baca dari kejadian alam lalu mendapatkan ganjaran atas manfaat membaca ayat kauniah. Dan sebaliknya Allah akan membiarkan ummat Islam terkapar, jika memang ia tidak mau menjalankan syari’at secara kauniah yang merupakan ketetapan dan sunnah-sunnah-Nya.
Nyata pula bahwa melalui jalan intizhar pada isi bumi, baik yang hidup maupun yang mati serta atom dan molekul, Allah mengungkapkan hukum-hukum alam-Nya, dan mengizinkan kita untuk meng-analisis kembali bagaimana bumi tercipta dan berkembang, dan makhluk hidup diciptakan serta dievolusikan Allah dalam rangka penyempurnaannya hingga tercipta manusia. Sekalipun ia tersusun dari zat-zat kimiawi yang berkelakuan sesuai ketetapan sunnatullah, manusia bukan sekedar onggokan bahan kimia atau struktur kimiawi yang mengikuti hukum-hukum alam hingga merupakan mekanisme yang memperlihatkan gejala hidup, bermetabolisme, tumbuh, berkembang biak dan sebagainya.
Dalam diri manusia terdapat suatu kesadaran, sesuatu yang tak dapat dikembalikan pada proses kimiawi atau fisis yang kita ketahui. kita lihat dalam surat al Hijr 28-29
“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari Lumpur hitam yang berstruktur, maka apabila Aku telah meniupkan kepadanya roh-Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud.”
Jadi manusia diberi roh oleh Allah, diberi kesadaran serta kemampuan abstraksi dan berkomunikasi secara lisan maupun simbolik, kemampuan analisis dan sintesis, berakal dan berpikiran. Kesemuanya itu merupakan intrumen yang disediakan dalam rangka untuk menjalankan tugas kekhalifahan. Pada bab-bab sebelumnya sudah saya singgung mengenai Allah mengilhamkan kepada jiwa manusia. Dia yang mengajarka jiwa manusia melalui kalam baik tentang jalan kebajikan maupun jalan kejahatan. Dimana kejahatan dan kebajikan hampir tidak bisa dibedakan dalam penggunaannya. Ilmu yang yang digunakan oleh koruptor dalam mencuri uang perusahaan misalnya, ia menggunakan ilmu yang sama dengan ilmu yang digunakan oleh orang yang beriman yaitu “ilmu akunting”. Jadi jelas bahwa Allah telah menurunkan ilmu kepada manusia melalui jiwanya, namun manusialah yang akan menentukan ilmu itu akan diarahkan kemana ia mau. Apakah jalan kebajikan ataupun jalan kejahatan. Maka beruntunglah bagi manusia yang membersihkan jiwanya sebab ia akan diberikan kemudahan oleh Allah untuk melakukan kebaikan-kebaikan. Dan sebaliknya sungguh merugi orang yang mengotori jiwanya sebab ia akan mendapatkan jalan kemudahan untuk berbuat kejahatan.
Dari semua uraian diatas mengenai bagaimana Allah mengajarkan manusia melalui kalam-Nya, mari kita merenungkan kembali dan melihat kebenaran dengan jujur, jangan kita membuat apologi untuk menghindar dari kebenaran yang nyata atas perbuatan Allah. Terkadang kita banyak terjebak oleh istilah yang membingungkan dan menjauhkan kita dari kegiatan Allah yang langsung kita bisa rasakan. Kebingungan kita bertambah tatkala ilmuwan-ilmuwan atheis mengatakan bahwa semua kejadian alam ini bisa bergerak dengan sendirinya atau biasa disebut “natural”, insting atau gharizah Namun Al Quran secara tegas membantah pendapat kaum atheis itu, bahwa Allah-lah yang mengatur semuanya ini, Allah-lah yang berbicara dan memerintahkan langit, bumi, atom-atom, kepada binatang serta tumbuh-tumbuhan, kemudian Allah berbicara kepada roh manusia melalui ilham dan wahyu. Lantas mengapa kita takut mengatakan “saya berguru kepada Allah” dalam segala hal, karena Dialah Yang Maha Mengetahui akan segala sesuatu yang nyata maupun yang ghaib.
Banyak orang meragukan bagaimana kalau kita “tersesat” dan ternyata syetan yang menjadi guru kita? Saya akan kutib perkataan Syaikh Ar Rifa’i, dalam kitab Jalan Ruhani oleh Syaikh Sa’id Hawwa hal 73:
“Sebenarnya tujuan akhir para ulama dan para sufi adalah satu”. Ini perlu kami utarakan disini, sebab beberapa ulama yang kurang faham selalu menghujat setiap orang dengan perkataan: “Orang yang tidak memiliki syaikh, maka syaikh-nya adalah syetan. ungkapan ini dilontarkan oleh seorang sufi yang berpropaganda untuk syaikh-nya yang alim atau dilontarkan oleh sufi yang keliru, yang tidak tahu bagaimana seharusnya ia mendudukkan tasawuf pada tempat yang sebenarnya. Sebenarnya orang yang tidak memiliki syaikh adalah orang bodoh yang tidak pernah belajar, menolak dan lari dari pendidikan. Manusia macam inilah yang bersyaikh pada syetan!! Sedangkan yang berjalan atas dasar ilmu pengetahuan, itu berarti imam dan syaikh nya adalah ilmu dan syariat.
Syaikh Abdul Qadir Jaelani mengisahkan perjalanan keruhaniannya yang ditulis dalam kitab “Rahasia Kekasih Allah”, saat dimana ia bertawajjuh dalam tafakkur dengan khusyu’, saat ia meluruskan jiwanya melayang menuju yang maha ghaib, saat ia melampiaskan rohnya yang penat terkungkung oleh sibuknya dunia, ia tinggal kan seluruh ikatan syahwati yang sering mengajak kejalan kefasikan. Ketika roh sang Syaikh mulai ekstase dalam puncak keheningan dan kecintaan yang mendalam kepada Sang Maha Kuasa, baru selangkah rohnya meluncur lepas untuk memasuki kefanaan,tiba-tiba muncul cahaya yang terang benderang meliputi ruangan alam ruhani Syaikh. Dan kepada sang Syaikh di wangsitkan sebuah amanah yang membebaskan darinya dari ikatan “syari’at Allah” dengan memberikan alasan bahwa sang Syekh sudah mencapai kedekatan kepada Allah. Perjalanannya sudah sampai (wushul) dan tidak perlu lagi shalat, haji zakat dan dihalalkan semua yang pernah Allah haramkan. Namun sang Syaikh ini rupanya telah memiliki ilmu ma’rifat kepada Allah dengan landasan Al Quran dan Al Hadist, dimana ia diselamatkan oleh pengetahuan tentang Allah, bahwa Allah tidak sama dengan makhluq-Nya, tidak berupa suara, tidak satupun yang bisa membandingkan-Nya. Dia Maha Ghaib dan Maha Latif. Pengetahuan yang cukup, yang dimiliki sang Syaikh mengalahkan wangsit yang keliru tadi, dengan tuntunan syari’at yang ditentukan oleh Allah sendiri. Ia selamat dari jebakan syetan yang terkutuk . Allah-lah sebagai penuntun menuju hadirat-Nya. Dialah sang Mursyid sejati, tidak satupun manusia yang mampu menghantar roh manusia lain menuju kehadirat Allah ‘azza wajalla.
Kita perhatikan para nabi seperti nabi Ibrahim, beliau mengetahui dengan jelas siapa yang menggoda ketika beliau mendapatkan perintah untuk mengorbankan putranya Ismail untuk disembelih. Namun nabi Ibrahim memiliki jiwa yang bersih dan berada pada wilayah keruhanian yang tinggi. Sehingga beliau mengetahui siapa sebenarnya yang menggodanya. Sebab kedudukan dimensi syetan masih berada jauh dibawah kedudukan orang mukmin yang mukhlisin (berserah diri kepada Allah). Hal ini juga pernah dialami oleh nabi Yusuf saat gejolak syhwatnya menguasai jiwanya. namun saat itu pula sabi berserah diri dengan ikhlas kepada Allah, sehingga Allah menurunkan burhan dihatinya, yang pada akhirnya nabi Yusuf selamat dari perbuatan mesum dengan wanita cantik jelita yang menggodanya. Hal ini pernah dikeluhkan oleh syetan kepada Allah bahwa dirinya akan selalu menggoda setiap anak cucu Adam sampai hari kiamat. Namun ia tidak mampu menjerumuskan kedalam kesesatan bagi orang-orang yang berserah diri kepada Allah.
Banyak informasi mengenahi Allah yang keliru, sehingga belajar ketuhanan terkesan sulit dan sangat membingungkan. Kita lihat banyak buku-buku mengenai theologi, ia berbicara eksistensi “Tuhan” namun kita tidak pernah diajak melihat secara sederhana. Atau kita banyak berbicara mengenai Allah, tentang kekuasaan-Nya, kehebatan-Nya, dan kemaha pengasihan-Nya, akan tetapi kita merasakan sedang membicarakan sosok yang jauh disana. Padahal kita sedang berada didekat-Nya, dan sangat dekat É Keseder-hanaan firman-firman Allah dalam mengungkapkan keberadaan diri-Nya sering disalah tafsirkan. Sehingga bertambah jauhlah dia dari pengertian yang seharusnya.
Kita banyak terhijab oleh pengetahuan yang menutup eksistensi Tuhan dalam hubungannya mengenai pengajaran dan bimbingan melalui “ilham”. Kita sudah terlanjur terbelenggu oleh pengertian bahwa Allah tidak berkata-kata lagi kecuali hanya kepada nabi-nabi, para rasul dan para wali. Namun disisi lain mereka mengharapkan Allah memberikan jawaban-jawaban atas doa-doanya, bimbingan-nya, ismatnya dan taufiqnya. Dan mereka menolaknya kalau kita katakan bahwa kita akan belajar atau berguru kepada Allah masalah hidup, masalah khusyu’ masalah penyelesaian rumah tangga, atau menanyakan informasi hal-hal yang akan kita lakukan nanti.
Kita telah melupakan bahwa ayat-ayat Al Qur’an banyak menyiratkan makna yang belum bisa kita lakukan. Ayat-ayat perintah atau amar seperti shalat, zakat, haji, sedkah, berjilbab, dan lain-lain, kita bisa lakukan dengan segera. Namun banyak ayat-ayat berupa penjelasan atau menceritakan keadaan (hal) orang-orang yang beriman. Dimana kita tidak akan mampu melakukannya kalau bukan karena hidayah atau tuntunan, yaitu berupa kekusyu’an, menangis dalam shalat atau bergetar ketika dibacakan ayat-ayat Allah, merasa tenang dan tidak ada rasa khawatir. Sikap ruhiyah inilah yang kita tidak miliki !
Dan tidak mungkin kita bisa lakukan semudah mengangkat takbir atau membaca ayat Al Qur’an. Hidayah, bukan hak kita untuk memberikan kepada murid atau anak kita. Hidayah adalah hak Allah kepada hamba- hambaNya yang terpilih. Hidayah adalah pengalaman pribadi dan merupakan tuntunan dan tarikan ruhani. Kepada jiwa itulah cahaya Allah memberikan karunia kekusyu’an dan keimanan yang dalam. Pengalaman-pengalaman itu ditulis dalam Al Qur’an berupa keadaan yang mesti didapat secara rasa, bukan ditafsirkan. Pengalaman-pengalaman tersebut akan menjadi pemicu bagi yang merasakan sebagai penguat keimanan kepada Allah swt.
Rasulullah sendiri pernah mengalami kesulitan dalam memberikan wejangan kepada pamannya saat menjelang kematiannya. Dan pamannya tetap dalam keadaa kafir, sekaligus teguran kepada Rasulullah bahwa beliau ditugaskan hanya sebagai pembawa berita baik dan ancaman dari Tuhannya, bukan memberikan hidayah atau memberikan iman kepada manusia. Dengan demikian seharusnyalah kita mengharapkan dan memfokuskan diri dalam melatih jiwa kita untuk selalu hadir berguru kepada Allah, memohon hidayah dan tuntunan. Dengan hanya berserah diri kepada Allah-lah kita akan mendapatkan hidayah dan bimbingan, seperti para nabi, para wali, lebah, semut bumi dan langit. Semuanya mendapatkan bimbingan dan petunjuk karena mereka adalah orang-orang dan makhluk yang berserah diri secara total kepada Allah swt. Mari kita hilangkan rasa takut tersesat. Rasa takut yang tidak beralasan inilah yang justru menjebak kita untuk berhenti mendekati Allah. Syetan telah berhasil memanfaatkan alasan “tersesat” sehingga kita lupa bahwa kita telah dan sedang tersesat, tidak berdzikir kepada Allah.
Untuk lebih jelasnya kita harus mengetahui bagaimana Allah menurunkan wahyu dan ilham kepada manusia. Dan apakah sebenarnya ilham atau wahyu itu?. Penjelasan ini penting untuk bekal bagi para pejalan keruhanian. Karena belakangan ini banyak orang menawarkan bentuk kerohanian yang bukan datang dari Islam. Kesan ruhiah Islam telah hilang, karena informasi kerohanian Islam tidak mudah didapat disembarang tempat, apalagi didepan khalayak ramai. Kondisi inilah yang menyebabkan khasanah ilmu kerohanian didominasi oleh kerohanian yang tidak berasal dari ketauhidan murni. Untuk itu wajar sekali kalau banyak kalangan yang takut belajar kerohanian, sebab yang mereka dengar dari setiap pelaku kerohanian cenderung berbicara soal ‘klenik’, perdukunan, ramalan, serta fenomena keadaan alam-alam ghaib yang menyeramkan.

PERBUATAN MANUSIA

Tinjauan filsafat yang lebih menonjol terhadap manusia adalah menyangkut kebebasan. Perbuatan manusia dilihat dari segi efektivitasnya. Pandangan terhadap hal ini mempunyai akar pada konsepsi tentang hakikat manusia dan daya-daya yang dimilikinya. Apabila manusia mempunyai hakikat dengan daya-daya yang efektif pada dirinya, ia dengan sendirinya adalah pelaku perbuatan-perbuatannya. Sebaliknya, apabila manusia dipandang tidak mempunyai daya-daya yang efektif pada dirinya, perbuatan-perbuatannya, pada dasarnya, tidak berasal dari dirinya sendiri. Perbuatan-perbuatan itu merupakan hasil determinasi kekuatan-kekuatan lain diluar dirinya. Manusia dalam hal ini tempat berlakunya kekuatan-kekuatan itu.
Menurut Al Ghazaly didalam Ma’arij al quds, perbuatan adalah bagian dari gerak. Apabila gerak dikaitkan dengan manusia, maka gerak tersebut dapat dibedakan atas gerak yang tidak disadari (at thabi’i) dan gerak yang disadari (al iradiyyat). Gerak yang tidak disadari, kita sudah maklumi bahwa tubuh manusia dikatakan miniartur alam semesta, dimana unsur-unsur alam bergerak dan berkembang mengikuti perintah dan peraturan- peraturan Allah semata.
Dalam tulisan ini, yang hendak dikemukakan adalah persoalan perbuatan yang disadari, karena perbuatan inilah yang terjadi secara jelas melalui proses tertentu di dalam jiwa dan berhubungan dengan pengungkapan diri. Perbuatan yang disadari, disebut juga dengan perbuatan bebas (ikhtiyaari), perbuatan semacam ini menurut Al Ghazaly terjadi setelah melalui tiga tahap peristiwa dalam diri manusia, yaitu pengetahuan, kemauan (al iradat) dan kemampuan (al qudrat). Yang lebih dekat diantara ketiga tahap itu dengan wujud perbuatan adalah al qudrat. Al qudrat adalah daya penggerak dari jiwa sensitive yaitu makna yang tersimpan dalam otot-otot. Ia adalah momen terakhir yang secara langsung berhubungann dengan wujud perbuatan. Fungsi al qudrat pada dasarnya ialah menggerakkan tubuh. Bentuk gerakan tubuh ditentukan oleh kemauan atau iradat. Berdasarkan salah satu kecenderungan yang inheren didalamnya: positif atau negatif. Positif sebagai reaksi terhadap yang menguntungkan dan negatif sebagai reaksi terhadap hal yang merugikan. Dengan pengertian ini, semestinya pada al iradat terdapat kegiatan memilih. Al iradat (kemauan) mempunyai intensitas kepada proses sesudahnya al qudrat. Artinya ia bersifat aktif terhadap al qudrat, sehingga yang disebut terakhir ini menjadi aktual, tidak sekedar potensi. Al iradat tidak mempunyai intesitas kepada proses sebelumnya, yaitu pengetahuan, sebagaimana al qudrat tidak mempunyai intensitas kepada iradat. Al qudrat hanya mempunyai intensitas kepada wujud perbuatan. Berbeda dengan al qudrat, al iradat mempunyai “kekuasaan” yang lebih besar karena ia tidak menerima perintah dari daya sebelumnya, ia mempunyai inisiatif memilih, al iradat menentukan pilihannya berdasarkan pengetahuan.
Daya “mengetahui” mempunyai kekuasaan yang lebih besar daripada al iradat , tetapi ia mempunyai hubungan yang jauh dan terlibat secara langsung dengan perbuatan adalah al iradat dan al qudrat. Sepintas lalu proses terwujudnya perbuatan ini memperlihatkan efektivitas manusia, melalui iradat manusia mempunyai kebebasan dan memlalui al qudrat manusia mempunyai kemampuan pada dirinya untuk mewujudkan perbuatan-perbuatannya. Disamping itu, Al Ghazaly menyatakan juga didalam buku-buku filsafatnya, bahwa perbuatan-perbuatan manusia terwujud dengan sebab “perbuatan Allah”
Namun demikian Al Ghazaly mendapat sorotan tajam dan dituduh sebagai biang kerok kejumudan pemikiran ummat. Hal ini disebabkan banyak kalangan yang kurang teliti melihat alur pemikiran Al Ghazali. Yang dimaksud adalah andil Allah dalam setiap perilaku manusia maupun makhluk dalam memberikan pengertian baik maupun buruk. Akan tetapi Allah sudah membekali dan memberikan kebebasan untuk memilih dua hal tersebut. Yang akan saya utarakan adalah persoalan awal sebelum kehendak dan kemampuan berbuat itu muncul. Misalnya seorang penulis, maupun pelukis, saat dimana ia melakukan perbuatan tersebut. Ia sebenarnya hanya diam menunggu inspirasi datang kemudian muncul kehendak lalu memerintahkan kemampuan atau iradat untuk melakukan gerakan.
Pengetahuan ini sering disebut dengan pengertian awwali atau ide besar yang belum berupa rangkaian huruf-huruf, bukan rumus-rumus suara, Dia ada meliputi segenap jiwa dan alam. Ialah perintah- perintah atau amar-amar Tuhan yang mengarahkan dan menggerakkan segala-sesuatu. Ialah ruh yang suci, yang tidak bisa digambarkan oleh fikiran, namun Ia hadir dengan perintahnya, tidak berupa suara dan suasana. Dia berkata-kata kepada para penulis novel, dia melukis bersama seniman, dia menuntun lebah merangkai sarangnya, dan semut- semut pun mengerti apa yang mesti dilakukan dalam hidupnya.
Pengertian&endash;pengertian itu datang mengalir secara murni tanpa ada campur tangan makhluk apapun termasuk malaikat. Kita bisa rasakan sendiri hal ini bahwa datangnya perintah terhadap tubuh maupun alam secara alami berlaku pasrah maupun terpaksa. Kita perhatikan orang yang sedang tidur. Ia berbaring tanpa dikendalikan lagi oleh kemauan dan kekuasaan diri. Instrument tubuh bekerja sesuai dengan fungsinya masing-masing.bandingkan dengan perilaku alam yang lain seperti binatang, tumbuh-tumbuhan, matahari, bumi dan planet-planet lainnya. Semua bergerak teratur menurut perintah Allah. (lihat Surat Al Fushilat 11-12).
Yang membedakan antara manusia dan makhluk lain adalah adanya iradat dalam diri manusia sehingga ia bebas memilih untuk berbuat atau tidak. Akan tetapi manusia tidak bisa menentukan gerakan Ilahi yang mengalir dalam tubuhnya, yaitu gerak hakiki .
Gerak hakiki adalah gerak dimana Tuhan telah menentukan arah dan kadar fungsinya. Ia tidak akan menyimpang dari ketentuan yang ditetapkan Tuhan. Ia patuh sebagaimana alam semesta patuh. Ia bersifat pasrah yang dinamis, karena ia mengikuti gerak dan keinginan Ilahi
Para seniman Taichi berprinsip mengikuti irama gerak alam. Tubuhnya dipatok kedalam kekuasaan besar yang meliputinya, ia membiarkan tubuhnya berdiri diatas kelembutan dan kekerasan, sehingga keseimbangan dan keharmonisan segi tiga realitas menjadi puncak prinsip, mikro kosmos, makro kosmos dan metakosmos. Sehingga ia akan mengenal wujud Allah melalui tahapan wilayah-wilayah sampai kepada kesimpulan bahwa semua makhluk adalah fana kecuali wujud Allah Yang Maha Suci.
Gerak hakiki merupakan sunnatullah. Ia bergerak sesuai dengan kehendak Ilahi. Kita tidak bisa menghentikan kehendak hakiki pada tubuh kita untuk mati. Kita tidak pernah merencanakan lahir menjadi seorang laki-laki ataupun perempuan. Kadang-kadang kehendak itu bertentangan dengan kehendak kita. Kita menginginkan hidup seribu tahun lagi, namun ada gerak hakiki yang menghentikan dengan paksa untuk mati diusia belasan tahun.
Dengan mengetahui adanya dua kehendak yang berlangsung dalam diri kita, menandakan adanya bentuk hakikat dan bukan hakikat. Sehingga kehendak yang bukan hakikat semestinya mengikuti gerak hakikat yang menjadi pusat ketentuan dan ide didalam setiap gerak manusia. Maka sesungguhnya fitrah Allah dan fitrah manusia adalah sama (lihat surat Ar Rum: 30). Untuk mengenal hakikat Allah dan mengikuti kehendak- Nya, kita harus berupaya menjalani pendekatan melalui jalan ruhani. Karena Allah sendiri hanya memberikan tanda-tanda atau rambu-rambu dalam meberikan petunjuk menuju pengenalan akan “wujud” (eksistensi Allah).
Pengenalan ini harus kita mulai dengan membuka harus kita mulai dengan membuka wawasan ilmu tauhid kepada Allah, yaitu ilmu yang bersangkut paut masalah hakikat Allah, sifat-sifat Allah, dzat Allah, Af’al Allah. Sebab kalau kita tidak mengenal ilmu ini, maka tentunya kita tidak akan tahu sampai dimana perjalanan kita menuju jalan hakikat. Jalan ruhani akan terhalang jika kita tidak mengetahui akan keadaan Allah secara ilmu. Kita akan terjebak oleh keadaan alam-alam yang menakjubkan didalam fenomena ghaib. Bisa jadi khayalan dan halusinasi seseorang yang bergembira berlebihan akan hidup berkerohanian menyebabkan memori didalam otaknya muncul tatkala ia berkonsentrasi apa yang diinginkan. Keadaan ini sering muncul atau seakan-akan ada orang yang membisikkan untuk melakukan sesuatu. Didalam berguru kepada Allah, hendaknya kita sudah mempersiapkan bekal ilmu yang disebutkan diatas, sebab kita akan memasuki dunia ketuhanan secara total.
 
salam satu jiwa
MANUNGGALING KAWULA GUSTI

Jumat, 16 Desember 2011

* AJIAN SUKET KALANJANA / MELIHAT ALAM GAIB *


Untuk memiliki ajian ini maka orang harus menjalani laku yang berat yaitu puasa 40 hari, patigeni sehari semalam mulai hari Kamis Kliwon. Mantra dibaca setiap jam 12 malam selama menjalani puasa dan patigeni.

Mantranya sebagai berikut :

“ Niat ingsun amatek ajiku si suket kalanjana, aji pengawasan soko sang hyang pramana, byar padhang jumengglang paningalingsun, sakabehing sipat podho katon saking kersaning Allah ”

Cara matek aji kalanjana: mantra dibaca dalam hati.  Tangan kanan ditempelkan di ulu hati dan tangan kiri diusapkan ke mata 3 X

Rabu, 14 Desember 2011

* WIRID NUR BUWAT *

Berikut akan dijelaskan wirid lengkap doa tersebut beserta faedahnya untuk kehidupan kita.

Doa dimulai dengan bacaan BISMILLAAHIR RAHMAANIR RAHIIM. Diteruskan dengan ALLAAHUMMA DZIS SULTHAANIL ‘AZHIM, WA DZIL MANNIL QADIIM, WA DZIL WAJHIL KARIIM, WA WALIY YIL KALIMAATI TAAMMAATI WAD DA’AWAATIL MUSTA JAABAH, ‘AAQILIL HASANI WAL HUSAINI MIN ANFUSIL HAQQI ‘AINIL QUDRATI WAN NAAZHIRIINA WA’AINIL INSI WAL JINN, WA IN YAKAADUL LADZIINA KAFARUU LI YUZLIQUUNAKA BI ABSHAARIHIM LAMMAA SAMI’UDZ DZHIKRA, WAYAQUULUUNA INNAHUU LAMAJNUUN, WA MAA HUWA ILLAA DZIKRUL LIL ‘AALAMIIN. WA MUSTAJAABU LUQMAANIL HAKIIM. WA WARITSU SULAIMAANABNI DAAWUDA ‘ALAIHI WAS SALAAM.
AL-WADUUD (tujuh kali AL WADUUD) …………………….(Sebutkan keinginan dalam hati kepada Allah s.w.t.)
Lanjutkan dengan membaca…. DZUL’ARSYIL MAJIID. THAWWIL ‘UMRII WA SHAHHIH AJSAADII WAQDHI HAAJATII WAKTSIR AMWAALII WA AULAADII WAJ ALNI HABBIBAN LIN NAASI AJMA’J IN. WA TABBA’ADIL’ADAAWATA KULLA MIMBANII AADAMA ‘ALAIHIS SALAAM. MAN KAANA HAYYAUW WA YAHIQQAL QAULU ‘ALAL KAAFIRIIN. WA QUL JAA AL HAQQU WA ZAHAQAL BAATHIL, INNA BAATHILA KAANA ZAHUUQAA. WA NUNAZZI LU MINAL QUR’AANI MAA HUWA SYIFAAUW WARAHMATUL LIL MUKMINIIN. WA LAA YAZIIDUZH ZHAALIMIINA ILLAA KHASAARAA. SUBHAANA RABBIKA RABBIL ‘IZZATI ‘AMMAA YASHIFUUN, WA SALAAMUN ‘ALAL MURSALIIN, WAL HAMDU LIL LAAHI RABIIL ‘AALAMIIN”.

“Ya Allah, Zat Yang memiliki kekuasaan yang agung, yang memiliki anugerah yang terdahulu, memiliki wajah yang mulia, menguasai kalimat-kalimat yang sempurna, dan doa-doa yang mustajab, penanggung Hasan dan Husain dari jiwa-jiwa yang haq, dari pandangan mata yang memandang, dari pandangan mata manusia dan jin. Dan sesungguhnya orang-orang kafir benar-benar akan menggelincirkan kamu dengan pandangan mereka, ketika mereka mendengar Al-Quran dan mereka berkata: “Sesungguhnya (Muhammad) benar-benar orang yang gila, dan al-Quran itu tidak lain hanyalah peringatan bagi seluruh umat. Dan yang mengijabahi Luqmanul hakim, dan Sulaiman telah mewarisi Daud a.s. Alwadud (Allah adalah Zat Yang Maha Pengasih) (tujuh kali Alwadud)………………(sebutkan hajat di hati kepada Allah) yang memiliki singgasana yang Maha Mulia, panjangkanlah umurku, sihatlah jasad tubuhku , kabulkan hajatku, perbanyakkanlah harta bendaku dan anakku (pengikutku), cintakanlah semua manusia dan jauhkanlah permusuhan dari anak cucu Nabi Adam a.s., orang-orang yang masih hidup (dihatinya) dan semoga tetap ancaman siksa bagi orang-orang kafir. Dan katakanlah : “Yang haq telah datang dan yang batil telah musnah, sesungguhnya perkara yang batil itu pasti musnah”. Dan Kami turunkan dari Al-Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman, dan Al-Quran tidak akan menambah kepada orang-orang yang berbuat aniaya melainkan hanya kerugian. Maha Suci Allah Tuhanmu Tuhan Yang Maha Mulia dari sifat-sifat yang di berikan oleh orang-orang kafir. Dan semoga keselamatan bagi para Rasul. Dan segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam.”
Doa ini disampaikan kepada Nabi oleh Malaikat Jibril pada suatu pagi ketika Nabi sedang duduk bersama para sahabat selepas solat subuh. Doa Nurbuwat atau disebut juga doa Nurun Nubuwwah ini banyak sekali faedahnya bila dibaca dan diamalkan. Dan apabila tidak dapat membaca atau tidak hafal, maka cukuplah ditulis, kemudian tulisan tersebut disimpan dalam rumah, maka Allah akan senantiasa memberikan perlindungan kepada penghuni rumah itu.
Ini bisa disebut doa multifungsi karena memiliki khasiat yang sangat banyak. Manfaat lainnya adalah:

1.     Rasulullah s.a.w. bersabda: “Barangsiapa yang ingin berjumpa dengan para nabi, bacakan 100 kali doa ini, kemudian tidur, insya-Allah akan bermimpi berjumpa dengan para nabi dan siapa yang rajin mengamalkan doa ini, maka orang yang memandangnya akan timbul kasih dan sayang. Jika kamu ingin di muliakan orang lain, bacalah doa ini.”
2.     Jika dibaca pada malam hari, seluruh malaikat akan turun dari langit memohonkan ampun untuk orang yang membacanya. Sehingga doa ini akan menjadi penyelamat siksa neraka, selamat dunia akhirat dan terhindar dari godaan syaitan.
3.     Doa memohon kekayaan. Kepada orang yang ingin banyak kekayaan, doa ini hendaklah baca 100 kali pada malam Jumat. Tanamkan kunyit dalam tanah di suatu tempat yang tersembunyi dan sepi yang Anda sendiri yang mengetahuinya.
4.     Doa untuk memohon kenaikan level atau tingkatan spiritual. Misalnya, seseorang awam yang ingin jadi waskita dalam soal agama bahkan yang ingin menjadi wali Allah. Dengan membaca doa ini insya-Allah mendapatnya. Dan jika ada jin yang ingin menjadi manusia, dengan berkat doa ini insya-Allah jadilah dia manusia.
5.     Jika ada binatang piaraan yang liar, dengan dibacakan padanya, insya-Allah binatang itu akan menjadi jinak dan sempurna sifatnya. Jika dibaca pada binatang buas, insya-Allah ia akan tunduk.
6.     Siapa membaca sekali ketika matahari hampir terbenam, Allah akan mengampuni segala dosanya dan melindunginya dari tenung dan sihir.
7.     Jika anda ada musuh, bacakan doa ini, insya-Allah musuh akan berubah menjadi teman yang menyayangi kita. Jika akan berangkat ke medan perang, bacakan doa ini, insya-Allah tidak di kejar musuh, sebaliknya musuh akan bercerai-berai.
8.     Jika ada orang yang diganggu hantu, syaitan, jin, kerasukan makluk halus, pingsan “semaput” atau gila, bacakan doa ini pada minyak dan sapukan pada orang tersebut. Bilamana doa Nurun Nubuwwah ini ditulis pada kertas lalu tulisan tersebut di letakkan pada tanaman, Insya Allah tanaman tersebut akan selamat dari hama, apabila di letakkan pada tempat-tempat yang menakutkan atau pada tempat-tempat yang ditempati syaitan atau iblis, jin atau hantu dan segala macam jenis makhluk halus, maka dalam waktu singkat mereka akan bubar dan minggat tanpa kembali lagi.

9.     Bilamana anda ingin mendatangkan raja jin, maka bacalah doa ini sebanyak seratus kali dalam keadaan tidak berhadas (suci), baik suci badan dan tempat, kemudian masuk ditempat yang sepi pada malam Jumaat. Insya’ Allah anda akan dijumpai oleh si raja jin itu.
10.   Untuk menyembuhkan orang sakit, baca doa ini pada minyak (minyak kelapa / sawit wijen), kemudian sapukan pada tempat yang sakit, Insya’ Allah akan lekas sembuh. Jika ada wanita yang sukar bersalin, bacakan doa ini pada dalam mangkuk putih, minumkan itu, insya-Allah bayinya akan cepat lahir. Jika ada orang sakit mata, bacakan doa ini dan hembuskan pada matanya, insya- Allah lekas sembuh. Apabila ada orang digigit ular, kena bisa, racun atau penyakit lain, bacakan doa ini pada tempat yang luka atau tempat yang sakit, insya-Allah lekas sembuh.
11.   Andainya anda ingin mendekati pembesar negara/orang berkedudukan tinggi baca doa ini, insya-Allah semua keperluan anda akan dikabulkan.
12.   Jika ingin kuat berjalan, bacakan pada daun sirih, kemudian usapkan daun itu dari kepala sampai ke ujung kaki, insya-Allah anda akan kuat berjalan.
13.   Jika anda dalam perjalanan dan ada tanda akan hujan, bacakan doa ini, insya- Allah tidak jadi hujan.
14.   Jika anda hendak melamar seseorang wanita, berpuasalah sehari dan jangan tidur pada malamnya. Bacakan doa ini terus-menerus di tempat sunyi. Insya-Allah lamaran anda diterima.
15.   Air asin menjadi tawar. Bilamana pergi belayar naik perahu, kemudian disitu anda kehabisan minum, maka bacalah doa ini pada laut, Insya’Allah laut yang asin itu berubah menjadi tawar dan bisa diminum.
16.   Terhindar dari kekufuran. Bilamana anda membaca doa ini pada malam Jumat sebanyak lima puluh kali, Insya’Allah akan terhindar dari kekufuran, bid’ah dan dijauhkan dari perbuatan buruk.
17.   Bila dibacakan 100 kali pada malam Sabtu, anda akan diperlihatkan keajaiban. Apabila dibaca pada malam minggu, insya-Allah akan awet muda. Apabila dibaca pada malam Senin, Allah akan memberikan keselamatan. Bila dibaca pada malam Selasa, akan menjadi kuat. Kalau dibaca pada malam Rabu, gigi menjadi teguh. Apabila dibaca pada malam Kamis akan mempercantik wajah.

‎* CARA MEMILIKI DAN MEMANGGIL KHODAM AYAT KURSI * ( MALIK KANDIYAS )

Persyaratan dan Persiapan awal :
Amalan ini harus dibaca terus menerus,
dan dimulai dari Jum’at malam ( malam Sabtu) ,
dilakukan sesudah kita melakukan Sholat Isya
Suci dari Hadas kecil dan besar
Berpuasa mulai hari Sabtu sampai dengan hari Senin ( 3 hari ) dengan catatan Tidak Boleh Sahur dan tdk boleh berbuka selama menjalaninya
Dalam mengamalkannya tidak boleh Tidur ataupun Tertidur Mulai dari hari Sabtu sampai dengan hari Selasa
Ketika mengamalkan atau melakukan hal ini, disarankan untuk memakai wangi2an non alkohol
Sangat diajurkan dalam mengamalkannya ,dilakukan ditempat tersendiri maksudnya di Suatu kamar /tempat sendiri yg jauh dari gangguan ,lebih baik di tempat yg sunyi dan sepi, sehingga tidak ada gangguan.

Pada Saat Ritual akan datang beberapa Cobaan & Rintangan, diantaranya adalah :
Akan terdengar suara menderu, seperti terdengar suara angin yang sangat kencang
Akan Muncul Perwujudan/ penjelmaan seekor kuda
Akan melihat penampakan/kehadiran kucing 3 ekor, berbulu atau berwarna: Merah, Putih dan Hitam
Datang Nur/ Cahaya yg sangat menyilaukan di hadapan kita

Pada saat datangnya cobaan terseut, maka diharapkan kita jangan terkejut , dimana kita diharuskan terus membaca amalan, sampai ada yang mengucapkan salam, seperti :
“ ASALAMU’ ALAIKUM YA WALIYULLAH “
Lalu kita menjawab : ” ALAIKUM SALAM WARAH MATULLAHI WABARAKATUH “

Terus kita Berbicara :
YA MALIKKANDIYAS, AKU MINTA SUPAYA KAMU MAU MENJADI KHADAMKU, DALAM SELAMA HIDUPKU
Setelah kita berbicara
Demikian, maka Malik Kandiyas , biasanya akan menjawab :
INI, TERIMALAH CINCIN EMAS DAN PAKAIKAN PADA JARI MANISMU SEBELAH KIRI DAN JIKALAU KAMU INGIN MEMANGGIL AKU, MAKA PINDAHKAN CINCIN TERSEBUT KE JARI MANIS DI TANGAN KANAN MU SAMBIL MEMBACA………. 3 X 
( YA MALIK KANDIYAS AJIBNI BIHUDHURKA FII KULII MATURIDU MIN ANWA ILKAMARAT )


Adapun Doa atau amalannya adalah , silahkan disimak sbb :
Al fatihah ila ruhi Rasulillah Sallalahu Alaihi Wasalam.
Wa’ala alihi wa ashabihi wa azwajihi wa zurriatihi wa ahli abithi adjma in.
Wa ila ruhi Syekh Albuni wa Syekh Abu Hamid Algazali, qadda sullahhu sirrahuma, wa ila ruhi Sulthan Aulia Abi Saleh Saidina Syekh Abdul Khodir Jailani Radhiyallahhu anhu.
Wa ila arwahi arba a’til a immatil mudjatahidin, Wa ila arwahi jami’il auliya’ Illahi Ta’ala Assalihinal abidina min Masyariqil ardhi ila magaribiha, wa ila khadratin Nabi Muhammad Mustafa Rasulillahi,sallahu’alaihi wasallam.
Syai un Lillah lahumul fatihah ( Baru Baca Alfatihah 1 X )

Kemudian Membaca /melafadkan :
Qulhuwallah………………………………………………………………………………….... 11 X
Qul’a’uzu birabbil falaq…………………………………………………………………...... 1 X
Qul’a’uzu birabbinas……………………………………………………………………........ 1 X
Astagfirullah hil’azhim…………………………………………………………………........ 11 X
Allahumma salli’ala saidina Muhammad Wa’ala alihi wasahbihi wasallam..... 3 X

Kemudian Membaca Doa ini :

Bismillahirrahman nirrahim.
Alhamdulillahi rabbil’ alamin, Assalatu wassalamu’ala saidina Muhammadin wa’ala’lihi wassahbihi adjma in.
Allahummaa inni as aluka wa ata wassalu ilaika ya Allahu………………………… 3 X 
Ya Rahman………………………………………………………………………………………… 3 X 
Ya Rahimu…………………………………………………………………………………………. 3 X 
Ya Ahin……………………………………………………………………………………………… 3 X 
Ya rabbahu………………………………………………………………………………………... 3 X 
Ya Saidahu………………………………………………………………………………………... 3 X 
Ya Hua……………………………………………………………………………………………… 3 X 
Ya Qiyasi inda syiddati, Ya anisi inda wahdati, Ya mudjiibi inda da’wati, Ya Allah 3 X 
Allahula illa huwal haiyul qaiyum
Ya haiyu ya qaiyum.
Taqumussamawaati wal ardhi biamrihi.
Ya jamii’al makhluu qati tahta luth fihi wa qah rihi.
As aluka antas kharali ruhaniyata hazihil ayatisyarifah watu’i nani’ ala qadha-i hawa i-dji yaman.
La ta’khuzuhu sinatun wala nau mun.
Ihdina ilal haqqi wa ila thariqin mustaqiim.
Hattas tariha minal laumi la ilaha illa anta subhanaka inni kuntu minatdzha limiin yaman.
Lahi mafissamawaati wama fil ardhi.
Man zallazi yasy fa’u indahu illa biiznihi.
Allahumma isy fa’li war syidni fima uridu min qadha-i hawa i-ji, was bati qauli wa fi’li wa’amali wa barikli fi ahli yaman.
Ya’lami ma baina aidihim weama khalfahum wala yuhithuuna bi syai-in min ilmihi yaman.
Ya’ lamu dhamira’ibadihi sirran wa jahran.
As aluka Allahumma antas kharali, khaddama hazihil ayatil azhimati.
Wada’watil munii fati yakunuu nali’ aunan’alla qadhaa-i hawa i-ji hilan hilan, juulan-juulan, mulkan-mulkan yaman.
Wasi’a kursii yuhussama wati wal ardhi.
Sakh-khirli ’abdaka KANDIYAS.
Hatta yukallimani fi hali yaq zhani.
Wa yu-’i nani fi jamii-i hawa i-ji yaman.
Wa la ya uduhu hif zhuhuma wa huwal ’ali yul’azhim.
Ya hamidu, Ya majidu, Ya ba-’i-su, ya syahidu, Ya haqqu, Ya Wakilu, Ya qauwiyu, Ya matinu.
Kunlii ’aunan ’ala qadhaa-i hawaa i-ji bi alfi-alfi la haula wala quuwata illabilla hil’aliiyil’azhim.
Aqsamtu ’alaika yaa aiyuhassaidul Kandiyas.
Adjibni anta wa khaddamaka, wa’a-ii-nunii fi jami-i umuri, bi haqqi ma ta’taqidhuu nahu minal ’azhamati wa bi haqqqi saidina Muhammadin ’alaihissalatu wasalam.
Adjib aiyuhassaidul Kandiyas asra-’a minal barqi, wa adjib ya aiyuhassaidul Kandiyas asra-’a minal barqi,wama amruna illa wahidatan kalamhin bil bashar.
Au hua aqrabu Innallahha’ala kulli syai-in qadiir.
Wal ijaa bati jadir.

Wasallallhu’ala saidina Muhammadin wa aalihi wa sahbihi wasallam.
Tas liiman kasiiran.Wal hamdu lillahi rabbil ’alamin……………………………….. 7 X 

Kemudian terus menerus membaca Ayat Kursi, sesudah Sholat Subuh sampai tiba waktu Sholat zuhur.
Dan diteruskan pemmbacaan Ayat Kursinya dari waktu zuhur sampai kepada waktu Ashar, sampai waktu Magrib dan Isya.
Begitulah seterusya selama dalam mengamalkanya
Nah demikian ritual utk memanggil Khodam Aayatul Kursi Malik Kandiyas, Bagi yang penasaran ingin mengetahuinya dipersilahkan untuk mengamalkannya, tetapi harus diingat bahwa ini bukanlah merupakan pekerjaan yg mudah karena mengingat syarat-syarat dan lakonnya ang demikian berat. Yang terpenting adalah dari semuanya ini, kita harus tetap mengingat bahwa Segala sesuatunya hanya Allah yang menentukan dan bergantunglah hanya kepada Nya.

Selasa, 13 Desember 2011

* Aji Terawangan *

Membebaskan manusia
dari dimensi ruang dan waktu....

Ilmu trawangan ini adalah ilmu teropong atau sorog yang berfungsi untuk melihat alam gaib atau alam halus. Bahkan pada tingkatan yang tinggi bisa untuk melihat alam nyata yang tidak terjangkau oleh pandangan mata kita. Misalnya si A adalah seorang ahli trawangan tinggal di Surabaya dan dari kota tersebut ia bisa melihat saudaranya yang jauh dari kota itu. Bahkan si A bisa membaca surat yang masih tertutup rapat dalam amplop. Orang yang menguasai ilmu ini seakan-akan memiliki 'mata ketiga' atau indera ke-enam.

Syarat utama mengamalkan ilmu trawangan adalah berpuasa. Sebagai pembuka puasa di sini tidak hanya sekadar tidak makan dan tidak minum, tetapi berpuasa dari nafsu lahir batin. Lahirnya tidak makan, tidak minum dan tidak bersetubuh, bhatinnya mengekang segala sesuatu yang jelek. Bertindak sabar dan penuh rasa welas asih terhadap sesamanya.
Puasa ilmu terawang ini ada tiga tingkat, yaitu :
Ø  Tingkat kesatu      : puasa 3 hari ( puasa dimulai dari hari Selasa Kliwon )
Ø  Tingkat kedua      : puasa 7 hari ( puasa dimulai dari hari Selasa Kliwon )
Ø  Tingkat ketiga       : puasa 40 hari ( puasa dimulai hari Sabtu Kliwon ).
Pada puasa tingkat kesatu biasanya Anda sudah bisa menguasai ilmu terawang. Anda sudah bisa melihat alam ghaib dengan jelas. Sekalipun Anda sudah mampu memiliki ilmu terawang, sebaiknya di bulan-bulan berikutnya Anda mencoba berpuasa lagi ke tingkat kedua dan ketiga, sebab bila sudah tingkat tiga, ilmu trawang Anda akan benar-benar sempurna.
Seseorang yang sudah sempurna ilmu terawangnya tidak akan mudah terkecoh oleh tipuan mahluk-mahluk alam halus. Perlu diketahui, bangsa jin tingkat rendah suka mengganggu terawang kita. Misalnya Anda ingin menjumpai rohnya Sultan Agung. Karena tingkat trawangan Anda masih rendah, datanglah jin jahat menjelma menjadi Sultan Agung. Wajah, penampilan dan suaranya dibuat mirip Sultan Agung. Nah, dengan begitu anda terkecoh. Padahal, Anda terlanjur yakin bahwa yang datang dan Anda lihat itu benar-benar Sultan Agung.
Penipuan seperti ini akan lebih celaka lagi bila Anda dimintai tolong orang yang kecurian barang. Misal, Anda disuruh melihat pencurinya. Kemudian Anda melihat dengan ilmu trawangan, ternyata yang hadir adalah roh jahat yang menjelma seseorang yang bukan pencurinya. Roh tersebut asal comot saja pada orang yang dipermainkannya. Padahal Anda sudah yakin dengan trawangan Anda. Nah, dengan begitu Anda berarti memfitnah orang.
Lain lagi bila ilmu trawanga Anda sudah tinggi. Anda akan tahu bahwa Anda dikelabui roh jahat. Tetapi biasanya roh jahat tidak berani mengganggu orang berilmu tinggi. Mantra ilmu trawangan sebagai berikut :
" Allaahumma antas salam, qodia haajatii, ghoib busisir maasyaa'allaah. Alimul ghoibi was syahadatil khobiirul muta'al. Alaa'alamu man kholaq, wa hual lathiiful khobiir "

SYARAT DAN LAKUNYA
Selama berpuasa sehabis sholat fardhu dibaca 13 kali, kemudian diteruskan membaca " Yaa Khobiir " sebanyak 812 kali. Dan selama berpuasa melakukan sholat hajat di tengah malam. Selesai sholat hajat membaca istigfar 1000 kali, lalu membaca sholawat 100 kali dan baca amalan tersebut di atas ( mantra ilmu trawangan ) 13 kali serta " Yaa Khobiir " 812 kali.
Selesai puasa, pada malam harinya ( tengah malam ) dicoba di tempat yang gelap dan sunyi, seperti di 'punden' ( tempat pedanyangan ) atau tempat yang dianggap angker. Bisa juga untuk dicoba melihat isi pusaka ( keris, batu akik, besi kuning dan sebagainya ). Untuk mencobanya, duduklah bersila dengan santai menghadap ke obyek.
Bila anda takut, boleh membawa teman satu atau dua orang. Tetapi teman Anda jangan boleh mengganggu konsentrasi Anda. Gunakan pernafasan yang halus dan tertur. Baca dulu dalam hati amalan trawangan sebanyak 13 kali, lalu baca " Yaa Khobiir " sebanyak 812 kali. Setelah itu sedot nafas dalam-dalam dan tahan kuat-kuat disertai dengan memejamkan mata rapat-rapat. Dalam hati memohon pertolongan Allah.
Konsentrasi pusatkan ke titik pangkal hidung ( antara dua mata ). Nikmati gelap itu, bila ada titik cahaya, padanglah terus titik cahaya itu dengan mata batin. Cahaya itu lama kelamaan akan membesar. Biasanya warnanya sejuk putih kebiru-biruan seperti sinar lampu neon. Nah, setelah memandang cahaya gaib itu terus menerus, dalam waktu cepat Anda akan melihat alam halus dan makhluk-makhluk halus di sekitar Anda. Mata fisik terus terpejam.
Gunakan mata batin untuk melihat alam gaib tersebut. Setelah Anda berhasil, napas yang tadi ditahan segera dilepaskan pelan-pelan dan mulailah bernapas biasa.

PANTANGAN
Beberapa pantangan ilmu terawangan adalah tidak boleh minum minuman beralkohol, apabila sampai mabuk  jangan sekali-kali sengaja menerawang bagian-bagian vital ( alat kelamin ) lawan jenis Anda dan, Jangan sekali-kali menerawang dengan sengaja orang bersenggama, atau menerawang lawan jenis yang sedang mandi.
Bila Anda melanggar pantangan ini, maka selain Anda akan berdosa dan dikutuk oleh ro-roh luhur, ilmu trawangan Anda akan berkurang atau lenyap sama sekali. Terkecuali Anda tidak sengaja menerawang hal itu, untuk hal yang demikian cepat-cepatlah Anda menyebut istigfar 3 kali dan cepat-cepatlah menjauh dari pandangan itu.
Sohibul ijazah
“ Rd. Mas. Mbah. Kyai. Nogososro. Al-Jundullah “